"YOU ARE IN DESTHONK ZONE"



Rabu, 02 Maret 2011

Surat untuk Kakakku, Muhammad Amri Siregar.....

01 Maret 2011 ....

Kakakku tersayang,,,,
di sini adek ingin meminta maaf,
meminta maaf karena tidak memiliki keberanian untuk mengatakan secara langsung...
dan juga meminta maaf karena kejadian yang membuat adanya jarak antara kita, yang menimbulkan rasa gengsi adek untuk mengakui kesalahan, yang membuat adek merasa "aku tidak salah"... maafkan adek untuk itu....

kakak,
My Broth : Muhammad Amri Siregar
ketika tertera nama kakak di panggilan handphone, seketika itu pula adek silent, bukan karena masih terselip rasa kesal dan marah terhadap kakak tapi adek bingung, bingung untuk berkata apa ketika adek tekan tombol jawab, adek takut, takut dengan apa yang akan kakak katakan, adek malu jika harus menangis karena saking rindunya...

kakak,
saat pulang ke rumah, bukan miskah atau rayya atau bahkan mamak yang adek cari tapi kakak, tapi rasa kecewa adek dapati ketika tahu kakak tidak ada, padahal dengan semangatnya adek pulang hanya untuk bertemu dengan kakak....

kakak,
adek pasti hubungin kakak, tapi ijinkan adek mengumpulkan sebuah keberanian dan kekuatan untuk menahan air mata untuk mengatakan Adek sayang Kakak.....

hug n kissed.....
Adek......

1 komentar:

  1. Desti sayang, kakak sudah baca suratnya. jujur kakak merasa terharu dan tanpa disadari sampai menitikan air mata membacanya.

    untuk Desti ketahui tidak ada yang salah dengan sikap Desti selama ini, kakak cuma memberi sedikit ruang yang lebih besar untuk Desti berfikir bahwa Desti sudah remaja yang meranjak dewasa, hanya saja adakalanya kita perlu untuk saling memberi saran bahkan memperbaiki satu sama lain.

    Kakak tidak pernah marah, jadi tidak ada yang perlu dimaafkan, bukankah diantara kita tidak ada yang salah ataupun benar yang ada hanyalah jalan kita untuk saling mengerti satu sama lain.

    tidak perlu takut malu dan sedih, karena kakak juga sangat merindukan desti menghubungi kakak, tidak perlu mengumpulkan keberanian karena kakak bukan monster, kakak tunggu kabar desti secepatnya. atau biarkan jari-jari desti menekan tombol HPnya untuk menerima telpon dari kakak.

    Kakak sayang Desti dan selalu merindukanmu, jikalau desti masih sulit untuk berbicara dengan Kakak setidaknya izinkan kakak berbicara dan desti hanya "diam" mendengarkan agar rasa rindu kakak terobati.

    Peluk cium untuk adikku tersayang dari kakak

    BalasHapus

Terimakasih atas kommentar anda